Jumat, 28 Januari 2011

Kecerdasan Hanyalah Potensi...!!!


Kecerdasan merupakan sebuah kapasitas umum dari kesadaran individu untuk berpikir, menyesuaikan diri, memecahkan masalah yang dihadapi secara bijaksana, cepat, dan tepat. Berdasarkan hal ini, maka pada dasarnya setiap individu memiliki potensi kecerdasan. Paling tidak, inilah yang dikatakan oleh Edward De Bono, seorang bapak berpikir lateral.
Menurut Edward De Bono, kecerdasan hanyalah merupakan potensi, seperti halnya dengan tenaga kuda dari sebuah mobil. Ada satu mobil sederhana yang dikemudikan dengan baik atau mobil kuat yang dikemudikan dengan sembarangan. Perbedaannya ada pada keterampilan berpikir yang dikembangkan untuk menangani informasi dan dunia di sekitar kita. Berkaitan dengan hal ini, Edmund Bachman berpendapat bahwa potensi bukanlah kemampuan maksimal yang permanen, namun suatu rentang dinamis yang dapat diperluas (Bachman, 2005: 25). Ini berarti bahwa meskipun bakat-bakat alamiah seseorang dimulai dengan satu potensi tertentu masih dapat diangkat lebih tinggi lagi dengan bantuan latihan dan pengkondisian yang tepat.
Pandangan Bachman ini selaras dengan pendapat Robert Sternberg yang menyatakan bahwa faktor terpenting yang menentukan seseorang mencapai keahlian tertentu “bukanlah kemampuan yang sudah melekat sebelumnya, tetapi pergulatan dengan maksud yang jelas.” Atau, sebagaimana diakui oleh Alfred Binet, orang yang pada awalnya paling cerdas tidak selalu menjadi paling cerdas pada akhirnya (Dweck, 2007: 19). Manusia mungkin memulai dengan temperamen yang berbeda dan bakat-bakat yang berbeda, tetapi jelas bahwa pengalaman, latihan dan upaya personallah yang menentukan jalan mereka selanjutnya.
Hal demikian itu dikarenakan manusia memiliki kemampuan yang lebih baik untuk belajar seumur hidup dan mengembangkan otak mereka daripada perkiraan mereka selama ini. Bahkan, saat ini sebagian besar pakar sepakat bahwa kecerdasan bukanlah ini atau itu. Kecerdasan bukanlah sifat bawaan (nature) atau hasil binaan (nurture), gen atau lingkungan. Konsepsi ini membawa pengertian bahwa ada proses memberi dan menerima yang terus berlangsung diantara keduanya. Sebagaimana dikatakan Gilbert Gottlieb, sebenarnya gen dan lingkungan tidak sekedar bekerja sama seiring dengan perkembangan manusia, tetapi gen juga membutuhkan masukan dari lingkungan untuk dapat bekerja secara tepat (Dweck, 2007: 18).
Uraian di atas dapat dipahami bahwa pada hakekatnya kecerdasan adalah tidak lebih dari sekedar potensi yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan sesuatu. Potensi inilah yang seharusnya terus dikembangkan melalui pembelajaran, pelatihan dan upaya-upaya lain yang dapat meningkatkan potensi tersebut. Setinggi dan sebesar apapun potensi yang dimiliki oleh seorang individu tidak akan dapat menjamin keberhasilan dan kebahagiaan individu tersebut dalam menjalani kehidupan. So, banyak belajar dan berlatihlah dalam bidang apapun yang anda senangi untuk melejitkan potensi kecerdasan anda setinggi mungkin….

DAFTAR PUSTAKA

Bachman, Edmund, 2005, Metode Belajar Berpikir Kritis dan Inovatif, terj. Bahrul Ulum, Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
Dweck, Carol S., 2007, Change Your Mindset Change Your Life; Cara Baru Melihat Dunia dan Hidup Sukses tak Terhingga, terj. Ruslani, Cet. III, Jakarta: Serambi

1 komentar:

Miliana mengatakan...

setuju sekali dengan artikel ini

kartu axis internet unlimited

Posting Komentar

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design