Membicarakan Muhammad, seperti tidak pernah ada habisnya. Ada yang melihatnya sebagai manusia pilihan Tuhan, yang diberi risalah untuk “membebaskan” manusia dari zaman “kegelapan” (jahiliyyah) menuju zaman “terang benderang” (keislaman), dan beliau juga “dipersenjatai” Tuhan dengan berbagai macam mukjizat –yang terbesar adalah al Qur’an– untuk “meluluhkan” musuh-musuhnya (orang-orang kafir). Dalam hal ini Muhammad dipandang secara pure sebagai Nabi. Ada pula yang melihat Beliau dari sisi kemanusiannya, yakni manusia produk sejarah yang tidak lepas dari kondisi sosio-kultural dimana beliau tinggal, yang mengangkat isu-isu sosial secara cerdas dengan membingkainya dengan muatan-muatan yang penuh nuansa spiritual. Beliau juga dianggap sebagai sosok yang merubah dunia Arab, dari yang tidak “diperhitungkan”...